Muncul rasa nyeri ketika haid merupakan hal yang wajar. Biasanya, nyeri ini muncul dimulai ketika masa PMS (Pramenstruasi Syndrome) hingga haid datang. Selain nyeri atau kram perut, muncul gejala-gejala lainnya seperti perubahan mood, sakit kepala, muncul jerawat, dan badan lemas.
Ketika awal haid, darah yang keluar akan banyak. Inilah yang dapat menyebabkan anemia, sehingga butuh asupan zat besi dan vitamin C yang banyak. Sedangkan, setelah melewati hari ke-3 hingga hari ke-7, darah haid keluar sedikit. Namun, nyeri akan tetap terasa selama masa menstruasi. Untuk mengatasi nyeri tersebut, kamu dapat melakukan hal-hal di bawah ini.
- Kompres dengan air hangat. Kompres area perut dengan air hangat efektif meredakan nyeri haid karena panasnya dapat mengurangi ketegangan otot rahim dan meningkatkan aliran darah. Caranya cukup mudah: Isi botol dengan air hangat dan ditutup rapat, bungkus botol dengan handuk, lalu tempelkan di perut atau punggung bawah selama 15 hingga 20 menit.
- Berendam dengan air hangat. Selain kompres dengan air hangat, alternatif lainnya yaitu berendam dengan air hangat. Suhu air yang hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah dan otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks, termasuk otot di area perut dan punggung sehingga rasa nyeri akan berkurang.
- Istirahat yang cukup. Istirahat yang cukup efektif untuk meredakan nyeri saat haid. Kamu dapat coba posisi tidur meringkuk atau telentang dengan bantal di bawah lutut untuk merilekskan otot perut dan punggung. Posisi lainnya yaitu tidur menyamping dengan meletakkan bantal di antara paha untuk menjaga tulang belakang tetap sejajar dan otot perut lebih rileks. Jaga jadwal tidur yang konsisten juga penting untuk dilakukan.
- Kelola stres. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memperparah rasa sakit dan kram. Sehingga, mengelola stres dengan benar sangat penting ketika haid. Kegiatan yang dapat menurunkan hormon stres yaitu meditasi, relaksasi seperti pernapasan dalam, olahraga ringan, dan melakukan hobi. Dengan begitu, intensitas nyeri haid akan berkurang secara alami.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Ketika haid, akan banyak cairan tubuh yang keluar. Jika tubuh kekurangan cairan saat haid akan memperburuk rasa nyeri, menyebabkan lemas, pusing, dan sulit konsentrasi, serta rentan dehidrasi. Solusi yang dapat kamu lakukan adalah perbanyak minum air putih sebanyak 2 hingga 3 liter per hari, konsumsi teh herbal (selain teh hijau dan hitam), minum air lemon hangat, konsumsi jus buah, dan batasi kafein atau alkohol.
Gejala haid memang meresahkan. Apalagi, jika tiba-tiba darah haid keluar sedikit yang membuat kamu khawatir apa penyebabnya?
Nah, jika kamu ingin bertanya lebih banyak seputar masalah kesehatan wanita, kamu dapat bertanya di ask dr. Laurier https://menstruasi.com/ask-drlaurier.
Sumber:
https://rspp.co.id/artikel-detail-313-Bye-bye-Kram-Perut!-Tips-Ampuh-Meredakan-Nyeri-Haid.html
https://www.honestdocs.id/nyeri-pada-saat-menstruasi
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2045/cara-mudah-atasi-nyeri-haid-tanpa-minum-obat





