Mengelola satu unit excavator Cat 320 di satu lokasi proyek saja sudah menantang, apalagi jika kamu bertanggung jawab atas beberapa unit yang tersebar di banyak site sekaligus. Tanpa sistem yang rapi, masalah seperti idle berlebihan, keterlambatan pekerjaan, dan biaya operasional membengkak akan cepat muncul.
Di artikel ini, kita akan membahas cara mengelola fleet excavator Cat 320 dalam proyek multi-site secara strategis, mulai dari penempatan unit, maintenance, hingga pemanfaatan data dan koordinasi tim.
Memahami Tantangan Proyek Multi-Site
Sebelum masuk ke teknis pengelolaan, penting untuk memahami dulu tantangan khas proyek multi-site.
Beberapa masalah yang sering muncul antara lain perbedaan prioritas antar lokasi, keterbatasan unit, koordinasi mobilisasi, serta minimnya data real-time terkait jam kerja dan konsumsi BBM tiap unit. Tanpa sistem yang jelas, excavator bisa saja menganggur di satu site, sementara site lain kekurangan alat dan progress tertahan.
Karena itu, fleet Cat 320 perlu dipandang sebagai satu kesatuan aset perusahaan, bukan milik masing-masing site secara terpisah.
Menentukan Strategi Penempatan dan Rotasi Unit
Memetakan kebutuhan tiap lokasi
Langkah pertama adalah membuat mapping kebutuhan alat per site. Untuk setiap lokasi, tentukan jenis pekerjaan utama (cut and fill, galian saluran, loading dump truck, normalisasi sungai, dan sebagainya), target volume, dan durasi pekerjaan.
Dari situ kamu bisa memperkirakan berapa unit Cat 320 yang ideal dan berapa jam kerja per hari yang dibutuhkan di setiap site. Site yang punya target volume besar dan jadwal ketat tentu butuh prioritas penempatan unit.
Rotasi berdasarkan jam kerja dan prioritas
Setelah kebutuhan per site jelas, susun rencana rotasi unit. Prinsipnya dua: menjaga pemerataan jam kerja antar unit dan memastikan site prioritas tidak kekurangan alat.
Contohnya, jika satu unit Cat 320 sudah mendekati jam servis berkala, kamu bisa jadwalkan rotasi ke site yang lebih longgar targetnya, sambil menjadwalkan maintenance di sela-sela perpindahan. Sebaliknya, unit dengan kondisi paling prima sebaiknya ditempatkan di site yang paling kritis progresnya.
Standarisasi Prosedur Operasi dan Maintenance
Dalam proyek multi-site, perbedaan cara kerja dan perawatan antar lokasi bisa membuat manajemen fleet berantakan. Karena itu kamu perlu standar yang sama di semua site.
Checklist harian dan mingguan
Buat checklist harian untuk operator Cat 320 yang isinya pemeriksaan sederhana sebelum dan sesudah kerja, seperti oli, coolant, visual kebocoran, undercarriage, lampu, dan kondisi bucket.
Tambahkan juga checklist mingguan untuk hal yang sedikit lebih detail, misalnya pengecekan grease, filter, dan komponen yang berpotensi aus. Semua checklist sebaiknya terdokumentasi dan dilaporkan ke supervisor alat.
Jadwal preventive maintenance terpusat
Jadwal servis berkala jangan diserahkan sepenuhnya ke masing-masing site. Lebih baik ada satu koordinator alat atau plant manager yang mengatur jadwal preventive maintenance untuk seluruh fleet Cat 320.
Data jam kerja dari semua unit dikumpulkan, lalu dibuat kalender servis. Dengan cara ini, risiko unit mendadak rusak karena terlambat servis bisa dikurangi, dan perencanaan downtime lebih terkendali.
Pemanfaatan Data dan Telematics pada Cat 320
Generasi terbaru Cat 320 biasanya sudah dilengkapi sistem monitoring dan telematics yang bisa memberikan data seperti jam kerja, idle time, konsumsi BBM, hingga lokasi unit.
Jika dimanfaatkan dengan baik, data ini sangat berharga untuk proyek multi-site. Kamu bisa:
- Melihat unit mana yang terlalu banyak idle di satu site
- Membandingkan konsumsi BBM per jam antar site
- Mengetahui apakah unit benar-benar bekerja sesuai jadwal di lapangan
Dengan data tersebut, keputusan rotasi, penambahan unit, atau penghematan bahan bakar tidak lagi berdasarkan feeling semata, melainkan angka yang jelas.
Manajemen Operator dan Pola Shift
Fleet yang bagus tidak akan maksimal tanpa operator yang kompeten dan disiplin.
Menyamakan standar kemampuan operator
Buat standar minimum kompetensi untuk operator Cat 320 di semua site. Jika perlu, adakan training internal singkat yang membahas teknik penggalian yang efisien, cara mengurangi idle, pengoperasian mode kerja yang tepat, dan prosedur keselamatan.
Dengan standar yang sama, performa alat antar site akan lebih konsisten dan lebih mudah dievaluasi.
Mengatur shift kerja dengan cerdas
Untuk proyek multi-site, pola kerja bisa beda-beda. Ada site yang bekerja satu shift, ada yang dua shift, bahkan tiga shift.
Pastikan jam kerja unit terukur dengan jelas. Jangan sampai karena kejar target, satu unit Cat 320 dipaksa bekerja jauh di atas jam ideal setiap hari tanpa perencanaan maintenance yang memadai. Hal ini mungkin terlihat efisien di awal, tapi akan menurunkan umur komponen dan meningkatkan risiko breakdown di tengah proyek.
Kontrol Biaya Operasional Fleet
Dalam proyek multi-site, biaya operasional sering bocor tanpa disadari. Excavator Cat 320 sebagai salah satu aset utama harus punya pengawasan biaya yang ketat.
Beberapa komponen biaya utama yang perlu dikendalikan antara lain konsumsi bahan bakar, biaya mobilisasi antar site, biaya operator, suku cadang, dan downtime.
Kamu bisa menetapkan indikator kinerja seperti konsumsi BBM per jam, produktivitas per jam (misalnya m³/jam), dan persentase idle untuk setiap unit dan setiap site. Dari indikator ini, akan terlihat siapa yang paling efisien dan di mana perlu perbaikan.
Komunikasi dan Koordinasi Antar Site
Pengelolaan fleet Cat 320 dalam proyek multi-site akan kacau jika komunikasi antar site lemah. Minimal, susun struktur koordinasi sederhana:
- Satu koordinator alat (fleet manager atau plant manager) di level perusahaan atau proyek utama
- PIC alat di masing-masing site yang bertugas menyampaikan data jam kerja, kondisi unit, dan kebutuhan tambahan
Buat format laporan harian atau mingguan yang sederhana, misalnya mencakup jam kerja, idle, downtime, dan catatan teknis singkat. Laporan ini dikumpulkan ke koordinator untuk dianalisis dan dijadikan dasar keputusan rotasi unit, penjadwalan servis, atau penambahan alat.
Contoh Alur Pengelolaan Fleet Cat 320 di Proyek Multi-Site
Sebagai gambaran praktis, berikut contoh alur pengelolaan fleet di tiga lokasi proyek:
Pertama, di awal minggu, koordinator alat mengumpulkan data jam kerja dari semua unit Cat 320 di Site A, B, dan C. Dari data ini terlihat bahwa Site A mendekati target mingguan dan satu unit di sana sudah hampir mencapai jam servis.
Kedua, koordinator memutuskan memindahkan satu unit dari Site B yang jam kerjanya masih rendah ke Site A, sementara unit di Site A dijadwalkan servis dan kemudian dialihkan ke Site C yang sedang bersiap memasuki fase galian.
Ketiga, PIC masing-masing site mengatur jadwal mobilisasi, memastikan operator siap, dan mengupdate laporan harian setelah pergantian unit.
Dengan alur seperti ini, semua unit Cat 320 selalu digunakan di lokasi yang paling membutuhkan, servis tetap terjaga, dan tidak ada alat yang menganggur terlalu lama di satu site.
Rangkuman Praktis untuk Manajer Proyek
Mengelola fleet excavator Cat 320 dalam proyek multi-site membutuhkan kombinasi antara perencanaan, disiplin data, dan koordinasi tim. Intinya bukan sekadar punya banyak unit, tetapi bagaimana setiap unit memberikan kontribusi maksimal pada progres proyek.
Beberapa poin penting yang bisa langsung diterapkan antara lain memetakan kebutuhan alat per site dan membuat rencana rotasi, menyatukan standar operasi dan maintenance, memanfaatkan data jam kerja, idle, dan konsumsi BBM, membangun standar kompetensi operator di semua lokasi, serta memperkuat jalur komunikasi antara PIC site dan koordinator alat pusat.
Jika semua langkah ini dijalankan secara konsisten, fleet Cat 320 kamu tidak hanya menjadi aset mahal di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak utama keberhasilan proyek di berbagai lokasi secara bersamaan.





